Selasa, 24 April 2012

Di Balik Lezatnya Sepotong Sosis


Di Balik Lezatnya Sepotong Sosis
      Kelezatan sepotong sosis tentunya sudah sangat akrab bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sejak tahun 80-an bahkan di beberapa negara lainnya. Sosis merupakan sebuah produk makanan olahan yang dibuat dari bahan dasar daging yang dicincang dan dihaluskan, diberi bumbu penyedap, kemudian dibungkus dengan usus hewan maupun pembungkus buatan (casing). Pasalnya, sosis memiliki kandungan gizi yang tinggi, disamping sebagai sumber karbohidrat.
      Tidak hanya itu, seiring dengan perkembangan zaman maupun perubahan gaya hidup masyarakat global, sosis pun mengalami banyak perubahan, tidak hanya soal rasa serta bentuk kemasan. Sosis yang juga dikenal berdasarkan nama daerah tempat produksi sosis seperti, Berlin, Braunschweig, Genoa, dan lain-lain, kini telah hadir pula produk sosis siap makan tanpa perlu dimasak atau dipanaskan terlebih dahulu. Selain itu, terdapat pula sosis yang dibuat dengan proses sterilisasi yang menjadikan daya tahan sosis lebih awet meskipun tidak disimpan dalam lemari pendingin, tetap higienis, dan langsung siap untuk dimakan.
      Namun dibalik kelezatan sepotong sosis, Anda perlu mewaspadai pula bahaya yang dapat ditimbulkan bagi kesehatan. Pada beberapa jenis produk sosis mengandung kadar lemak dan kolesterolserta sodium yang cukup tinggi yang berpotensi dapat menyebabkan timbulnya penyakit jantung, stroke, maupun hipertensi apabila dikonsumsi secara berlebihan.
      Untuk itulah, ketelitian Anda saat memilih produk sosis amatlah diperlukan. Saat ini telah banyak beredar produk-produk sosis dengan komposisi nilai gizi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, yang artinya komposisi penggunaan jumlah daging maupun penggunaan bahan pada produk tersebut tidak sesuai standar, produk-produk seperti inilah yang berbahaya bagi kesehatan.
      Saat Anda akan membeli sosis, bacalah label dalam kemasan sosis terlebih dahulu, pastikan bahwa produk sosis pilihan Anda memiliki kadar lemak yang rendah serta memiliki komposisi nilai gizi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995), dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Memiliki kadar air maksimal 67%
  2. Memiliki kandungan abu maksimal 3%
  3. Memiliki kandungan protein minimal 13%
  4. Memiliki kandungan lemak maksimal 25%
  5. Memiliki kandungan karbohidrat maksimal 8%
      Dan yang terpenting adalah jangan mengkonsumsi sosis secara berlebihan. Perhatikan terlebih dahulu faktor-faktor kesehatan serta efek samping yang mungkin ditimbulkannya seperti obesitas dan kolesterol.

Pemandangan terindah di dunia


Pemandangan terindah di dunia – Posting ini menyoroti beberapa dari gambar yang paling menakjubkan fotografi alam. Ada sejumlah besar tempat-tempat dan pemandangan di bumi ini kita harus setidaknya melihat sekali. Alam fotografi cenderung menempatkan lebih mementingkan nilai estetika gambar dari jenis lain fotografi. fotografer alam Kebanyakan manusia lebih memilih tidak hadir di foto mereka, mereka ingin mencapai murni, tak bernoda lanskap yang bebas dari pengaruh manusia. Di bawah ini kami hadir untuk Anda koleksi gambar fotografi alam yang benar-benar akan mengambil napas Anda pergi.Ini mungkin adalah tempat-tempat terindah dan paling spektakuler di dunia yang sangat jarang dilihat sebelumnya. Dari keindahan Antartika, kota-kota diatas awan, pantai-pantai tersembunyi yang spektakuler, dan tempat-tempat lainnya, yang bahkan lebih mengagumkan.

1.Puncak Himalaya Tibet


Ini adalah titik tertinggi di seluruh Planet Bumi. Dengan foto dan cahaya seperti ini Himalaya tampak seperti sebuah tempat di planet lain.
2.Sinar Aurora Borealis

Sinar Aurora Borealis yang “spektakuler” di langit Alaska (ujung utara Amerika, dekat Kutub Utara). Aurora sebenarnya adalah cahaya natural di angkasa yang terjadi akibat tabrakan partikel-partikel medan magnet bumi dengan atom dan molekul dari atas atmosfir bumi. Warnanya yang paling umum ada dua, hijau dan merah dan dapat dilihat pada waktu malam.
3.Benteng Chittogarh , India

4. cinque Terre, riviera

Cinque Terre , Riviera , adalah salahsatu tujuan wisata paling populer di Italia. Kota yang terkenal keindahannya ini dibangun selama ratusan tahun, dan keunikannya tetap terjaga.. Makanan laut disini juga sangat istimewa, tentu karena letaknya yang di pinggir laut Mediterania (Bagian dari UNESCO World Heritage Site).
5.College the Valleyfield

Sebuah universitas pendidikan di Quebec , Kanada, dengan pemandangan kampus yang tidak ada duanya di dunia.

5 Pahatan Patung yang Terkenal Di Dunia

5 Pahatan Patung yang Terkenal Di Dunia



5. Lady Justice

Patung ini merupakan salah satu bentuk patung paling terkenal di dunia. Patung ini tidak diatributkan pada satu seniman pembuatnya, karna patung-patung seperti ini banyak dijumpai di gedung-gedung pengadilan. Patung ini memiliki banyak nama, di antaranya adalah "Scales of Justice", "Blind Justice", tapi lebih dikenal dengan nama "Lady Justice". Dahulu pada zaman Romawi dan Yunani kuno, patung ini dibuat sebagai gambaran Dewi Keadilan dan Hukum. 

4. Pieta

Dibuat oleh seniman Michelangelo (1475-1564), Patung ini menggambarkan Bunda Maria sedang memangku putranya, Yesus. Sebelum patung ini dibuat, Michelangelo adalah seniman yang tidak terkenal, hingga pada saat umurnya baru menginjak 20 tahun, dia disuruh membuat patung Pieta ini. Dalam 2 tahun, dengan menggunakan lempengan marmer, akhirnya patung indah inipun selesai dibuatnya.

3. The Thinker

Pembuat patung "The Thinker" ini bernama Auguste Rodin. Sebelumnya nama asli patung ini adalah "The Poet", yang menggambarkan seorang pria telanj*ng yang duduk merenungkan puisinya. 

2. Venus de Milo

Patung ini dibuat sekitar 100 dan 130 BC. Patung ini dipercaya menggambarkan Aphrodite (Venus untuk versi Romawi), Dewi cinta dan kecantikan dari Yunani. Sebelum patung ini ditempatkan di museum Louvre di Paris, dulu patung ini secara tidak sengaja ditemukan di ladang seorang petani.

1. David

"David" adalah patung mahakarya dari zaman Renaissance yang dibuat antara tahun 1501 dan 1504, oleh seniman Michelangelo. Patung pria yang menggambarkan Daud ini memiliki tinggi 5,17 meter. Patung ini dipindahkan ke Gallery Akademi di Florence pada tahun 1873, dan kemudian menggantinya dengan patung replika ke lokasi patung itu ditemukan.

Hukum Menjawab Salam

~Hukum Menjawab Salam~

Memberi salam hukumnya sunah, sedang menjawab salam hukumnya wajib. Jika berada dalam sebuah jamaah, hukum menjawab salam menjadi fardhu kifayah. Asalkan sudah ada yang menjawab maka sudah cukup. Kiranya, masalah ini telah kita pahami bersama. Kemudian, satu persoalan kontemporer yang muncul seputar kewajiban menjawab salam adalah, apa hukum menjawab salam yang berasal dari suara radio, presenter TV, kaset, bel rumah hingga surat atau artikel yang menulisakan salam pada permulaannya?
Masalah ini cukup penting kita kaji karena seringnya kita tidak mengindahkan ucapan-ucapan salam semacam itu. Kebanyakan kita menganggap bahwa kewajiban menjawab salam adalah jika diucapkan oleh seseorang secara langsung.
Jawaban persoalan ini bisa kita dapatkan pada salah satu fatwa dari Syaikh Shalih bin Fauzan, beliau menyatakan bahwa;”Wajib hukumnya menjawab salam jika mendengarnya dari orang secara langsung atau melalui media tulisan atau media elektronik yang ditujukan untuk pembacanya atau pendengar. Hal ini berdasarkan pada keumuman dalil tentang wajibnya menjawab salam.”Fatwa tersebut dimuat dalam al Muntaqa min Fatawa al Fauzan fatwa untuk pertanyaan no 511.
Adapun dalil-dalil tentang wajibnya menjawab salam diantaranya;
وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيباً
“Apabila kamu dihormati dengan suatu tahiyah, maka balaslah tahiyah itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (QS. 4:86)
Rasulullah bersabda, “Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Kamis, 01 Maret 2012

Keutamaan Mengucapkan Salam


Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)
Allah Ta’ala berfirman:
تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً
“Salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang berberkah.” (QS. An-Nur: 61)
Dari Abdullah bin Amr -radhiallahu anhu- dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam apakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”. (HR. Al-Bukhari no. 11, 27 dan Muslim no. 39)
Dari Al-Barra` bin Azib -radhiallahu ‘anhu- dia berkata:
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعِ الْجِنَازَةِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ وَنَهَانَا عَنْ خَوَاتِيمِ الذَّهَبِ وَعَنْ الشُّرْبِ فِي الْفِضَّةِ أَوْ قَالَ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَعَنْ الْمَيَاثِرِ وَالْقَسِّيِّ وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَالْإِسْتَبْرَقِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: (1)Beliau memerintahkan untuk menjenguk orang sakit, (2)mengiringi jenazah, (3)mendoakan orang yang bersin, (4)memenuhi undangan, (5) menyebarkan salam, (6)menolong orang yang terzhalimi, serta (7)melaksanakan sumpah. Dan beliau melarang kami (1)memakai cincin dari emas, (2)minum dari bejana yang terbuat dari perak, (3)mayasir, (4)qassiy, (5)harir, (6)dibaj, dan (7)istabraq (semua jenis pakaian yang terbuat dari sutera atau campuran sutera).” (HR. Al-Bukhari no. 2265,5204,5414,5754,5766 dan Muslim no. 2066)
Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)
Penjelasan ringkas:
Ucapan salam termasuk dari salah satu syiar Islam yang paling nampak, Allah menjadikannya sebagai ucapan selamat di antara kaum muslimin  dan Dia menjadikannya sebagai salah satu dari hak-hak seorang muslim dari saudaranya. Rasul-Nya -alaihishshalatu wassalam- juga telah memerintahkan untuk menyebarkan syiar ini dan beliau mengabarkan bahwa menyebarkan salam termasuk dari sebab-sebab tersebarnya rasa cinta dan kasih sayang di tengah-tengah kaum muslimin, yang mana tersebarya cinta dan kasih sayang di antara mereka merupakan salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga.
Ucapan salam termasuk ucapan yang berberkah, dan di antara keberkahannya adalah jika dia didengar maka hati orang yang mendengarnya akan dengan ikhlas segera menjawab dan mendatangi orang yang mengucapkannya. (Al-Fath: 11/18) Karenanya tidak sepantasnya seorang muslim membatasi ucapan salam hanya untuk sebagian orang (yakni yang dia kenal) dan tidak kepada yang lainnya (yang dia tidak kenal). Bahkan di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia mengucapkan salam kepada orang yang tidak dia kenal sebagaimana kepada orang yang dia kenal.
Para ulama menyatakan bahwa hukum memulai mengucapkan salam kepada orang lain adalah sunnah sementara menjawabnya adalah fardhu kifayah. Maksudnya jika dia berada dalam sekelompok orang lantas ada seseorang atau lebih yang mengucapkan salam kepada mereka lalu sebagian di antara kelompok orang itu ada yang menjawab maka sudah gugur kewajiban dari yang lainnya. Adapun jika dia sendirian maka tentunya diwajibkan atas dirinya untuk menjawabnya.
Karenanya, di antara musibah di zaman ini adalah digantinya ucapan salam ini dengan ucapan yang diimpor dari negeri kafir semacam ‘selamat pagi’ dan semacamnya, padahal ucapan salam ini adalah sebuah ucapan tahiyah (penghormatan) dari sisi Allah yang berberkah lagi baik. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (11/14), “Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang mengucapkan salam maka tidak syah menjawabnya kecuali juga dengan ucapan salam, dan tidak syah (yakni tidak menggugurkan kewajibannya, pent.) menjawabnya dengan ‘selamat pagi’ atau ‘kebahagiaan untukmu di waktu pagi’ dan semacamnya.”

Mbah Misdi Dari Mbarong ke Pembuat Reog

Mbah Misdi di depan barongan
            Nama Mbah Misdi (85 th) nampaknya tak asing bagi masyarakat penggemar atau pemerhati Reog di Ponorogo, Jatim, terutama para siswa/siswi SMU atau SLTP. Pria yang lugu, ramah, tapi kukuh dalam berpendirian ini sering menjadi narasumber mereka mengenai sejarah maupun lika-liku pereogan di Ponorogo.
            Ia berasal dari Desa Kauman, tapi karena perkawinan, ia pindah ke Desa Purbosuman sampai sekarang.
            Mengamati Mbah Misdi, maka kita akan dapat melihat model orang Ponorogo pada umumnya. Rendah hati, ramah, kukuh dalam pendirian, tapi tidak mau diganggu apalagi difitnah. Umumnya difitnah merupakan pantangan besar bagi rata-rata orang Ponorogo asli.
            Sosok tubuhnya menurut istilah Jawa sedepah, tidak terlalu tinggi tapi kekar, kukuh. Lehernya nampak besar dan kuat, sebagai salah satu ciri tukang mbarong pada umumnya.
  • Mereog sejak awal kemerdekaan
            Di masa remajanya, di awal kemerdekaan, Mbah Misdi sudah terlibat kegiatan reog karena tertarik dengan kesenian asli Ponorogo tersebut. Dari tari jathilan, bujang ganong, tukang kendang, tukang slompret dan lain-lainnya ia coba semua.
Puncak dari semuanya itu adalah menjadi penari barongannya. Ini sangat berat, karena memerlukan fisik yang kuat dan mental baja pula. Bayangkan, seorang pembarong harus siap menggigit dan membawa barongan kepala macan dan dadak merak yang beratnya mencapai 60 kg lebih itu di kepalanya. Belum lagi kalau barongan itu mengangkut seorang pria di atasnya.
Sejumlah siswi SMAN 1 Ponorogo melihat Mbah Misdi membuat reog
            Dia harus mampu menahan terpaan angin dan mengibas dadak merak itu sesuai gerak tarinya. Salah satukehebatan pembarong adalah sejauh mana ia mampu menggerakkan barongan itu dengan variatif dan dengan tingkat kesulitan tinggi.
  • Pernah melakoni ritual “ghaib”
            Di masa mudanya, Mbah Misdi merasakan tingkat seperti itu. Iamengakui, pada masa mudanya ia pernah tergoda untuk menjadi pembarong “asli” yang umumnya melakoni beberapa ritual. Selain menjalani latihan fisik Mbah Misdi mengakui ia pernah bertapa di tigatempat wingit (angker) yang umumnya dipakai para pembarong untuk mendapatkan kekuatan lebih serta pengukuhan sebagai tukang mbarong asli di masa itu.
            Hasilnya memang luar biasa, akan tetapi godaannya tak ada hentinya. Selalu ada persoalan yang muncul ketika ia dan rombongannya “iker” atau mencapai puncak gerak tariannya. Berbagai gerakan musykil dapat dilakukannya. Padahal menurutnya semuanya berkat latihan dan keseriusan para anggota kelompoknya. Bahkan ketika rombongan reognya mulai menabuh gamelan, orang mulai tertarik dan berkumpul. Ini sering membuat kelompok lainnya iri dan sering terjadi perkelahian di masa itu.
            Pernah pada suatu saat di tahun 50-an ketika ia dan rombongan beriringan pulang membarong, ada ketua kelompok lain yang terbakar hatinya lalu mendekati barongan Mbah Misdi. Tanpa diketahuinya orang itu menusukkan keris ke kepala macan barongan, dengan maksud mencederainya. Mbah Misdi kaget melihat ada keris menancap hanya berjarak 15 cm dari wajahnya